Subhanallah! Keajaiban Hajar Aswad Muncul Ketika Dilihat Dari Dekat

Subhanallah! Keajaiban Hajar Aswad Muncul Ketika Dilihat Dari Dekat

Pemerintah Arab saudi berhasil merilis foto beresolusi tinggi batu Hajar Al Aswad untuk pertama kalinya. Foto ini menjadi foto dengan hasil gambar yang paling jelas dan terang menampakkan batu suci umat Islam tersebut.

Ada tiga foto dengan menunjukkan hasil yang paling jelas dan detail dari batu Hajar Aswad tersebut sebagaimana dikutip WARGANETPOS dari CNN. Teknik pengambilan gambarnya pun menggunakan teknik baru yaitu menggunakan teknik fokus panoramik.

“Ukuran foto hajar aswad ini adalah sangat besar mencapai hingga 49.000 megapixel. Kami menghabiskan waktu tujuh jam untuk meotretnya, dan lebih dari 50 jam untuk mengolah hasilnya,” ucap juru bicara General Presidency Of The Two Holy Mosques, otoritas yang merilis foto.

Proses pemotretan pun dilakukan dengan mengambil 1.050 foto yang ukuran filenya masing-masing mencapai ukuran 160 gigabyte. Kemudian, pemotret menggunakan teknik foto khusus yang disebut dengan teknik fokus stacking dengan menggabungkan beberapa foto dengan hasil titik fokus yang berbeda agar mendapatkan ketajaman hassil akhir.

BACA JUGA :  Inilah Referensi 6 Bimbel Online Terbaik 2021
Hajar Aswad dari dekat via CNN

“Hal ini sangat penting karena teknik seperti ini belum pernah dipakai sebelumnya. Ini merupakan untuk pertama kalinya muncul foto digital batu suci umat Islam yang ukuran besar, sehingga orang dapat melihat batu tersebut dari dekat dengan jelas dan detail,” kata Afifi Al-Akiti, seorang peneliti studi Islam di universitas ternama, Oxford University yang tidak hadir dalam proyek tersebut.

Pada foto pertama terlihat bagaimana wujud Hajar Aswad yang dikelilingi oleh lapisan lingkaran perak seperti yang sering kita lihat selama ini. Pada foto kedua, fotonya muncul lebih detail dengan menampakan foto tersebut dengan keseluruhan. Sedangkan pada foto ketiga barulah terlihat adanya bat hitam di Hajar Aswad.

Akhirnya, setelah melalui pemotretan dengan hasil beresolusi tinggi muncullah sebuah keajaiban pada batu tersebut. Ternyata, batu ini tidak berwarna hitam pekat seperti perkiraan banyak orang. Warna aslinya ternyata berwarna seperti agak merah dengan bercampur beberapa bagian hitam.

“Sekarang orang dapat melihat sendiri bahwasanya batu itu tidak sepenuhnya hitam. Meskipun sebelumnya belum pernah dilakukan pemotretan seperti ini, saya kira umat muslim rendah hati dan ilmu pengetahuan bisa berperan penting dalam Agama Islam”, kata dia.

BACA JUGA :  7 Tips Lolos Kartu Prakerja Gelombang 22, Akses prakerja.go.id untuk Siapkan Diri Sebelum Pembukaan Gelombang

Sebagaimana yang telah populer, Umat Islam seluruh dunia meyakini bahwa batu yan suci tersebut merupakan turun dari surga dan diserahkan kepada Nabi Ibrahim melalui peratara Malaikat Jibril. Batu Hajar Aswad sekarang diletakkan dalam sebuah bingkai perak dan ditempatkan pada satu sudut Ka’bah di Masjidil Haram, Kota Mekah, Negara Arab Saudi, yang berada sekitar I,5 meter dari atas tanah.

Hajar Aswad via CNN

Kota Mekah dikenal sebagai pusat perkembangan dan sumber Agama Islam karena dari sana Rasulullah SAW memulai menerima wahu petamanya pada awal abad 7 Masehi. Ketika melakukan ibadah thawaf ketika haji atau umrah, Umat Islam berjalan mengitari ka’bah dengan berlawanan arah jarum jam sebanyak tujuh kali putaran.

Biasanya, pada waktu itulah umat Islam menyentuh, mencium, atau melambaikan tangan ke batu suci Hajar Aswad tersebut dalam jarak dekat.

BACA JUGA :  Lowongan Kerja BUMN di Bank BRI, Cek Kualifikasi dan Link Lengkapnya di Sini

“Pada awal turun batu itu berwarna putih, bukan hitam. Penyebab menjadi hitam sedikit demi sedikit adalah karena semakin banyaknya dosa umat manusia seiring bertambahnya zaman, menurut hadist dari riwayat Muslim”, kata Al Akiti.

Dia melanjutkan, berdasarkan sejarah Muslim mennyatakan bahwa batu ini berasal dari sejak masa Nabi Adam, bapak dari umat manusia. Dikutip dari sumber lain dari Oxford Islamic Studies Online, bahwa diyakini Malaikat Jibrillah yang menurunkan batu tersebut kepada Nabi Ibrahim ketika sedang membangun Ka’bah.

Sedangkan pernyataan imuwan menyatakan bahwa batu Hajar Aswad kemungkinan adalah batu meteorit yang jatuh ke bumi. Ada juga yang berteori bahwa batu tersebut memang berasal dari langit.

Orang yang berziarah ke Ka’bah mencium batu tersebut karena disebutkan dalam sebuah hadist bahwa Saidina Umar, Khalifah Islam ke dua, mengatakan bahwa beliau pernah melihat sendiri Nabi Muhammad SAW pernah menciumnya.

Tonton Juga suasana Ka’bah ketika hujan deras!