4 Ide Mandiri Bisnis Online Yang Cocok Dikerjakan Selama PPKM Darurat

4 Ide Mandiri Bisnis Online Yang Cocok Dikerjakan Selama PPKM Darurat

Di masa pandemi Covid-19 yang kini semakin gencar, sebelum pemerintah menerapkan PPKM darurat, banyak orang sudah mencari bisnis online yang bisa dijalankan dari rumah.

Bisnis ini terutama dilakukan secara online, yang dapat menambah penghasilan tambahan, terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan karena PPKM darurat.

Namun, mereka harus hati-hati memilih bisnis online apa yang bisa mereka lakukan sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan nyata di masa depan. Ada banyak peluang produk atau layanan yang dapat diubah menjadi bisnis keluarga. Ini penjelasannya.

Bisnis online saat darurat PPKM Dari hasil survei dan peluncuran PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk melalui laman informasi Kompas Money, ada beberapa perusahaan online yang akan menjadi top player pada 2021 dan bisa beroperasi di rumah selama PPKM darurat.

BACA JUGA :  5 Panduan Penting Dalam Melakukan Investasi Saham

1. Penjualan produk kesehatan pribadi

Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2 Juni 2021), pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan pribadi. Saat ini, barang-barang yang wajib dibawa masyarakat saat beraktivitas adalah masker, hand sanitizer, dan semprotan disinfektan.

Membawa tiga benda ini untuk melindungi diri dari virus corona. Vitamin juga dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang sehat, baik dalam bentuk obat-obatan maupun dalam bentuk alami seperti madu.

Nah, produk pencegah virus Covid-19 ini bisa dijual secara online. Tentu saja, harganya masuk akal, tetapi masih bisa menguntungkan.

2. Reseller dan dropshipper

Reseller dan Dropshipper adalah model bisnis online, mereka menjual produk orang lain dalam bentuk keuntungan. Meski tanpa modal, bisnis ini tidak membutuhkan modal yang besar.

BACA JUGA :  15 Ide Bisnis Terbaik Yang Sangat Cocok Untuk Pemula

Reseller dan Dropshipper pada dasarnya sama, yaitu menjual produk orang lain. Perbedaannya terletak pada sistem stok.

Reseller harus mengeluarkan dana sendiri untuk membeli produk dan kemudian menjualnya kembali. Artinya siapapun yang ingin menjadi distributor harus melakukan stok terlebih dahulu.

Dan dropshipper tidak perlu menyimpan persediaan terlebih dahulu. Ini hanya menyediakan produk dengan menunjukkan gambar. Pada saat yang sama, transaksi dan pengiriman ditangani oleh pengirim.

3. Layanan Pembuatan Konten

Jasa pembuatan konten saat ini menjadi bisnis yang sedang booming. Jika Anda menggunakan kata kunci “layanan konten” untuk mencari di Google, ada banyak penyedia layanan konten yang dapat memenuhi kebutuhan konten kreatif, terutama untuk usaha kecil, menengah dan mikro.

BACA JUGA :  MUI Putuskan Fatwa Jual Beli Saham Halal

Layanan ini dapat membantu pemilik bisnis membuat konten kreatif untuk aktif mempromosikan produknya di media sosial.

Mereka yang membuat website komersial untuk optimasi konten juga membutuhkan layanan konten agar berayun di posisi teratas dalam pencarian Google.

4. Jasa titip barang online

Jasa Titip dapat digunakan untuk bisnis online. Ini adalah model bisnis yang memberikan peluang bagi masyarakat yang tidak dapat membeli produk langsung dari dalam dan luar negeri.

Layanan titipan ini menjadi alternatif bagi Anda yang ingin berbelanja namun tidak ingin bertemu secara langsung untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19.