Inilah cara menyimpan dan mengolah daging kurban yang menurut pakar UGM
Inilah cara menyimpan dan mengolah daging kurban yang menurut pakar UGM

Inilah cara menyimpan dan mengolah daging kurban yang menurut pakar UGM

Saat perayaan Idul Adha, banyak orang makan makanan yang terbuat dari daging kurban. Sebelum mengolah daging kurban, Anda perlu mempelajari beberapa tips dari pakar UGM.

Secara umum tekstur daging kurban memang keras, karena perbedaan waktu antara proses penyembelihan dan proses pemasakan yang terlalu cepat.

Lantas, bagaimana teknik penyimpanan dan pengolahan daging kurban? Dr Panjono, pakar produksi hewan dari Fakultas Peternakan UGM, menjelaskan tata cara penyimpanan dan pengolahan atau pemasakan daging kurban dalam webinar beberapa waktu lalu.

“Masyarakat diharapkan segera memasak daging kurban (setelah diterima). Namun, jika daging kurban terpaksa disimpan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan,” kata Panjono dikutip detikEdu dari laman resmi UGM.

Beberapa pengertian Panjono antara lain:

BACA JUGA :  Ricky Tidak Melawan saat Nino Ngamuk, Keadaan Elsa Semakin Buruk sampai Dokter Ujar Duka : Bocoran Ikatan Cinta Rcti 10 Februari 2022

1. Jangan mencuci daging segar

2. Giling atau potong daging menjadi ukuran kecil/sedang sesuai dengan rencana memasak

3. Bagilah penggilingan/pemotongan daging sesuai dengan perkiraan kebutuhan untuk memasak.

4. Kemas potongan/potongan daging sapi giling dalam kantong plastik atau wadah kedap udara, sebaiknya dengan penyedot debu

5. Masukkan ke dalam lemari es sebentar, lalu masukkan ke dalam lemari es

6. pindahkan dari freezer ke chiller sebelum diproses

Adapun petunjuk bahwa daging yang akan disimpan tidak boleh dicuci. Karena jika dicuci hingga bersih, maka penyakit dari air mentah akan masuk ke dalam daging.

Panjono juga memberikan tips agar daging bisa disimpan lama setelah dibekukan di lemari es. Namun, Panjono mencontohkan, sebelum dibekukan, perlu dimasukkan ke dalam pendingin. Hal ini untuk menjaga struktur daging tetap stabil dan empuk.

BACA JUGA :  Wow! Inilah Kurban Sapi Aurel dan Atta Halilintar, Berat 1,4 Ton

“Selama proses pendinginan, daging akan mengalami proses kekakuan (kejang-kejang). Oleh karena itu, daging sebaiknya diletakkan di ruang dingin (bagian lemari es dengan suhu 2-5 derajat Celcius) agar proses pendinginan berlangsung. bisa merata, dan pembekuan (daging dimasukkan ke dalam pendingin) akan terjadi secara tiba-tiba,” jelasnya.

Menurut Panjono, pembekuan yang tiba-tiba dan tidak merata dapat merusak struktur daging. Hal sebaliknya juga berlaku ketika daging yang disimpan di lemari es akan digunakan atau dimasak.

Tips Panjono adalah sebaiknya daging dimasukkan ke dalam chiller terlebih dahulu, agar proses pencairan juga dapat berlangsung secara perlahan dan merata, agar daging selalu mempertahankan struktur yang baik selama digunakan.

BACA JUGA :  Pecahkan rekor, Merpati balap dijual seharga $ 1,9 juta

“Kalau dicairkan tiba-tiba biasanya merusak struktur daging dan mengeluarkan banyak air menetes (isi air dan sel plasma),” tambah Panjono.

Pada kesempatan yang sama, Panjono juga memberikan tips cara mengolah atau memasak daging, antara lain:

1. Daging harus dimasak dengan benar. Ini untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin ada di dalam daging

2. Jika daging yang dibakar, seperti sate, dll, keluarkan bagian atau kulit yang hangus dari panggangan Terakhir,

Panjono menyarankan agar Anda tidak memakan bagian yang sudah gosong saat disangrai atau dibakar. “Bagian yang merupakan barang (dari daging panggang) tidak boleh dimakan karena tidak baik untuk kesehatan,” pungkas pakar dari Fakultas Peternakan UGM ini.