{"A?":"B","a":5,"d":"B","h":"www.canva.com","c":"DAEhdG1KVqM","i":"4_yrNBupV79BDIjePua9rg","b":1627937139022,"A":[{"A?":"I","A":5.150692276783246,"B":213.5014871183089,"D":200.8523618656182,"C":152.39672956553784,"a":{"B":{"A":{"A":"MAEl_aSaCyo","B":1},"B":{"B":-2.842170943040401e-14,"D":200.85236186561826,"C":152.39672956553784}}}}],"B":663,"C":332}

Kemendikbud Siapkan Dana 3,7 T Untuk Beli Laptop Pelajar Dan Perlatan TIK Pada 2021

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyatakan pemerintah telah menganggarkan Rp 3,7 triliun pada 2021 untuk pembelian perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) pendidikan.

Lebih lanjut Samsuri menjelaskan, dari dana DAK fisik sebesar 2,4 triliun rupiah, setidaknya akan disediakan 242.565 perangkat TIK, termasuk laptop dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan sekolah.

“Pada 2021 akan ada alokasi 3,7 triliun yuan, 1,3 triliun di antaranya berasal dari APBN pusat, 2,4 triliun di antaranya berasal dari APBN pusat, yang akan ditransfer ke entitas daerah DAK,” kata Direktur Biro Perencanaan.

BACA JUGA: Kemendikbud Jelaskan Alasan Harga Laptop Rp 10 Juta Per Unit

“Jadi untuk DAK fisik ada 242.565 perangkat TIK yang digunakan di 15.656 sekolah. Ini redistribusi non fisik Rp 2,4 triliun,” ujarnya.

Nantinya, 242.565 perangkat tersebut juga akan didistribusikan ke 15.656 sekolah yang telah menerapkan perangkat TIK.

Selain itu, Samsuri mengatakan secara keseluruhan, pemerintah kini telah menganggarkan Rp 17,7 triliun untuk pengadaan perangkat TIK sebelum tahun 2024. Ia mengatakan perangkat ICT dapat berupa laptop, wireless router, konektor, printer dan scanner.

BACA JUGA :  Microsoft memperingatkan bahwa pembaruan Windows 10 merusak pembaruan Office

Sesuai Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021, peralatan tersebut juga akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. “Rp 17 (triliun) sudah ya, saya berharap menteri (Nadiem Makarim) bisa menyelesaikannya pada 2024, tapi sekali lagi, itu tergantung situasi keuangan negara,” katanya.

BACA JUGA: Cukup Rp 10 Anda sudah bisa dapat kuota internet 10 GB, Buruan daftar!

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal, mengatakan masalah utama pengeluaran pemerintah untuk pendidikan adalah dibandingkan dengan produk impor, pengeluaran untuk produk ICT produksi lokal lebih rendah.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah berupaya meningkatkan penggunaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) buatan dalam negeri di bidang pendidikan, khususnya laptop.

Oleh karena itu, telah disiapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk pengadaan produk TIK lokal hingga tahun 2024.

BACA JUGA: Kemenag berikan paket kuota belajar gratis, rinciannya sebagai berikut

BACA JUGA :  Viral! Kemendikbud subsidi kuota 125 GB seharga Rp 200 ribu, Benarkah?

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan tujuan utama produk TIK dalam negeri dilakukan melalui pengadaan pemerintah. Targetnya tahun 2021 Rp 17 triliun, jadi dalam 4 tahun ke depan kita belanjakan sebanyak itu,” kata Luhut. dalam Said virtual pada konferensi pers. , Kamis (22/7). 2021).

ITB Siap Bantu Produksi Laptop Bantuan Kemdikbud

Kemendikbud Ristek akan mendorong produksi laptop merah putih dengan membentuk aliansi universitas dalam negeri.

Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan bagian dari konsorsium yang dibentuk bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Indonesia (UI).

BACA JUGA: Viral! Harga Laptop Kemendikbud Rp 10 Juta Per Unit Dengan Spek Rp 5 Juta

Proyek multidisiplin ini akan melibatkan setiap tim di setiap universitas. Setiap tim akan memiliki 5 koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan berbagai bagian sistem laptop.

Tim teknis yang terlibat akan bergantung pada alokasi dana pemerintah. Laptop Merah Putih ITB ini digagas oleh Adi Indrayantodari dari STEI yang juga Ketua Pusat Mikroelektronika.

BACA JUGA :  Apple Perluas Program Perbaikan Lampu Latar Untuk MacBook Pro 13 inci

Ada lima jenis aktivitas dalam setiap anggota aliansi, terkait dengan platform perangkat keras, sistem operasi, perangkat lunak aplikasi, periferal, dan komponen.

“Setiap kategori kegiatan ini membentuk sub tim yang terdiri dari koordinator tim ahli masing-masing, dan tim tersebut akan memiliki peneliti dan teknisi,” kata Muhamad Abdu, wakil presiden Departemen Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan ITB Abduh) di ITB website, Kamis (29 Juli 2021).

Diakuinya, tim akan bekerja sama dengan mitra industri dalam produksi.

Sumber: Kompas.com

Kata Kunci:
Cara Memilih Laptop Yang Bagus Untuk Pelajar -Laptop Bagus Untuk Pelajar -Laptop Buat Pelajar -Laptop Murah Untuk Mahasiswa -Laptop Murah Untuk Pelajar -Laptop Pelajar -Laptop Terbaik Untuk Mahasiswa -Laptop Terbaik Untuk Pelajar -Laptop Untuk Pelajar -Laptop Yang Bagus Untuk Pelajar -Laptop Yang Cocok Untuk Pelajar -Laptop Yang Cocok Untuk Pelajar Sma -Laptop Yg Bagus Untuk Kuliah -Merk Laptop Yang Bagus Untuk Mahasiswa -Spesifikasi Laptop Yang Bagus Untuk Mahasiswa -