Sebelum Semester I-2021, Jumlah Simpanan Nasabah Bank Syariah Semakin Bertambah

Sebelum Semester I-2021, Jumlah Simpanan Nasabah Bank Syariah Semakin Bertambah

Pada paruh pertama tahun 2021, jumlah simpanan nasabah bank syariah terus akan semakin bertambah. Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih optimis usaha akan bertambah sampai tahun akhir.

Sebagai contoh, CIMB Niaga Syariah sukses mengumpulkan dana faksi ke-3  sejumlah Rp37,1 triliun, bertambah 15% year-on-year, dan rasio CASA sejumlah 52%. Akhirnya, asset bank swasta itu bertambah jadi Rp 47,9 triliun pada tengah tahun.

Direktur Bank Syariah CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara menjelaskan, kenaikan simpanan nasabah karena implementasi pendekatan Dual Bank Leverage Mode (DBLM) di semua cabang, terhitung cabang tradisionil dan Syariah.

BACA JUGA :  5 Strategi Trading Forex Teratas untuk Agustus 2021

“Disamping itu, dalam satu tahun paling akhir, kami konsentrasi untuk mempromokan service digital OctoMobile, di mana konsumen setia bisa buka rekening secara digital tak perlu ke cabang untuk penuhi keperluan keuangan, khususnya di periode wabah ini,” kata Pan Ji, Selasa (5/05). 10).

Mengetahui hal itu, ia optimis usaha terus akan tumbuh sampai tahun akhir. Satu diantaranya ialah memberi pengembangan produk dan service digital ke komune Islam yang memerlukan produk berlainan dan khalayak luas.

Seterusnya, dikeluarkan produk CIMB Preferred Syariah untuk nasabah kaya yang sediakan service pengendalian kekayaan yang mendalam terhitung kartu syariah, beragam service investasi dan asuransi.

BACA JUGA :  Beberapa investor Tesla dengan senang hati transfer bitcoin ke Elon Musk

Tidak ada perbedaannya, Direktur Permata Bank Syariah Herwin Bustaman menginginkan pendanaan PermataBank Syariah tumbuh ganda digit sejauh 2021. Konsentrasinya ialah pada pendanaan dari BUMN dan perusahaan retail lewat utang hipotek iB.

Untuk memberikan dukungan pendanaan itu, Herwin mengatakan dana faksi ke-3  (DPK) tahun ini tumbuh 11% year-on-year. Kenaikan pendanaan dan simpanan mengakibatkan keseluruhan asset UUS Bank Permata bertambah sejumlah 5% year-on-year.

Dalam pada itu, BCA Syariah menarget kenaikan DPK tahun ini sejumlah 6%-8%. Direktur BCA Syariah Rickyadi Widjaja menjelaskan, sasaran perkembangan perusahaan tidak besar karena mempertimbangkan rasio pendanaan (FDR).

“Kami menimbang perkembangan DPK berdasar rasio pendanaan. Dengan demikian, FDR kita imbang,” terang Ricky.

BACA JUGA :  Bos Twitter: Bitcoin tidak ada yang bisa menghentikannya

Untuk capai arah itu, BCA Syariah akan meluaskan service Syariah di bank tradisionil. Dengan begitu, cabang-cabang Bank BCA bisa memberi servis ke nasabah yang memerlukan produk keuangan syariah.

Tetapi, service ini cuman ada di loket khusus dengan kekuatan warga muslim yang besar. Service ini ada di 100 cabang DKI di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, dan Jawa Timur.

Sampai Juni 2021, BCA Syariah sudah sukses mengumpulkan DPK sejumlah Rp6,9 triliun, bertambah 13%. Semuanya karena perkembangan CASA dalam produk giro dan tabungan.