bahaya dan resiko menggunakan robot trading, cenderung penipuan?

bahaya dan resiko menggunakan robot trading, cenderung penipuan?

Seiring dengan tumbuhnya minat investasi di masyarakat, istilah robot trading kian ramai dibicarakan, bahkan debat pun terjadi.

Semenjak masyarakat mulai memiliki minat dalam investasi, sudah banyak masyarakat yang tau dengan robot trading dan tidak sedikit yang mulai memperdebatkannya.

Iming-iming kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan membuat sejumlah orang tertarik terhadap platform kegiatan perdagangan jual-beli aset seperti mata uang atau forex secara otomatis itu.

Banyak masyarakat yang tertarik dengan investasi trading forex karena tergiur dengan dengan iming iming bisa cepat kaya dan banyak dapat profit dengan jumlah yang besar dan cepat.

Meski banyak juga yang terbukti bisa cepat kaya bagi trader forex berpengalaman, Anda tetap harus berhati-hati dengan tawaran robot trading yang katanya bisa langsung profit. Padahal dibaliknya banyak oknum penipu yang menggunakan kedok robot trading forex auto cuan.

Menurut Desmond Wira, pengamat dan praktisi investasi mengatakan bahwa masih banyak penipuan dan kejanggalan dari penggunaan robot trading.

BACA JUGA :  Ternyata Orang Super Tajir RI Capai 100 Ribu Jiwa Punya Tabungan Rp 5 M Ke Atas

Yang paling janggal adalah iming-iming bisa mendapatkan keuuntungan yang tinggi dibandingkan dengan rasio kerugian yang dihasilkan oleh robot trading.

Bahkan ada yang menyebutkan ada robot trading yang punya rasio keuntungan hingga menyentuh 90 persen, biasa disebut dengan istilah winning rate.

Desmond menyebutkan bahwa ada robot trading yang tidak pernah loss sama sekali dari semenjak diterbitkan, seperti yang di lansir dari Kompas. Com, Kamis (30/9/2021).

Ini menjadi sangat tidak masuk akal menurutnya, karena semua trader hingga investor profesiona dan berpengalaman kelas dunia masih terap punya rasio kerugian yang besar juga.

“Sebagai contoh George Soros pun dikabarkan hanya memiliki akurasi sekitar 30 persen – 50 persen dalam tradingnya,” ujar Desmond.
“Contohnya George Soros diberitakan Cuma memiliki akurasi keuntungan 30 persen sampai 50 persen saat melakukan trading saham”. Tutur Desmond
Disamping itu, beberapa robot trading Cuma bisa dipakai oleh brokernya saja dan tidak diberikan kepada client, inilah termasuk hal yang sangat ganjil menurut Desmond.
Seharusnya robot trading dapat dipergunakan tidak hanya oleh broker tertentu saja, tapi juga dapat dipakai oleh broker lain sesuai dengan system Expert Advisor (EA).
“Permasalahannya terletak pada broker-broker tersebut yang tidak punya regulasi yang baik, seperti yang sudah terdaftar di negara offshore yang memang tidak punya ikatan hukum, bahkan sejumlah broker ada yang memang tidak teregulasi seikitpun dari suatu negara”, ungkapnya.

BACA JUGA :  Hindari Kesalahan Ini Jika Kamu Ingin Sukses Trading Forex

“Ini sangat berbahaya apalagi jika sewaktu-waktu terjadi scam yang dapat dipastikan uang akan lenyap semuanya”

Prakteknya, robot trading dinyatakan memakai system trading buatan atau palsu untuk mengelabui client

Hal tersebut ditunjukkan pada beberapa hal, seperti pembukaan posisi trading yang delay, berbeda dengan real time harga, hingga perbedaan pada posisi harga yang terjadi dengan grafik harga.

Seperti melakukan beberapa praktek kecurangan yang misalnya saja, membuka posisi trading dengan status delay, tidak sama dengan real time harganya dan perbedaan letak harga jika dibandingkan dengan harga real time.

BACA JUGA :  7 Strategi Trading Forex Dan Analisis Sederhana

Kejanggalan yan lain adalah dengan menggunakan praktik MLM (multi level marketing) atau skema ponzi yang sudah dikenal dengan money game dengan membet get member. Hasil dari skema ponzi inilah yang digunkan seolah-olah hasil keuntungan dalam trading.

“Kalau robot trading bisa selalu untung dalam kegiatan trading, untuk apa lagi menggunakan praktek ponzi di sini,” ungkap Dismond

Menurut dia, hal tersebut justru mengindikasikan platform robot trading membutuhkan uang dari anggota baru untuk operasionalnya, layaknya skema ponzi lain.

Dari situlah dapat disimpulkan bahwa penggunaan robot trading sebenarnya hanyalah tipuan belaka untuk menipu trader pemula yang sebenarnya diterapkan hanyalah praktek sema ponzi.

Desmond juga menyarakan agar orang yang ingin bermain trading agar menjauhi tawaran menggunakan robot trading yang memang tidak terjamin dan bisa merugikan