4 Tips Sederhana Agar Tidak Kena Jebakan Pinjol Ilegal Dari Ojk

4 Tips Sederhana Agar Tidak Kena Jebakan Pinjol Ilegal Dari Ojk

Ketua Kelompok Kerja Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing membagikan tiga pedoman untuk melindungi warga negara dari jebakan utang online (pinjol) dan investasi ilegal. Dia meminta warga untuk waspada dengan menawarkan utang dengan persyaratan yang sangat sederhana atau berinvestasi dengan hasil yang sangat tinggi.

“Cek 2L, legal dan layak. Jangan terburu-buru menentukan utang online, jangan sampai terjerumus ke pinjaman ilegal, dan akhirnya (konsumen setia) akan terintimidasi,” kata Tongam, Kamis, 30 September 2021.

Dia mengatakan setidaknya ada empat pedoman untuk mencegah pinjaman ilegal:

1. Hanya meminjam teknologi finansial P2P lending yang terdaftar di OJK.
2. Jumlah hutang yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar
3. Meminjam uang untuk kebutuhan produksi dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga.
4. Sebelum meminjam, pahami manfaat, biaya, bunga, tenggat waktu, denda, dan risiko.
“Tidak menyesal setelah meminjam,” kata Tongam.

BACA JUGA :  Auto Cuan! Inilah 3 Aplikasi Saham Terbaik 2021

Selain itu, Tongam juga mengerahkan warga untuk segera melapor jika merasa dirugikan. Sebab, jika penipuan bisa dibuktikan, pinjaman undocumented akan langsung dikunci oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selain itu, kata dia, OJK akan memberitahukan kepada warga. “Kami menghentikan aktivitas mereka dan memberikan laporan informasi kepada polisi. Jika ada laporan dari warga, kami bisa masuk ke proses hukum,” kata Tongam.

Isu nama ilegal akan diumumkan melalui siaran, kuliah umum dan pembelajaran dari berbagai media. “Kerja sama antar pemangku kepentingan Pokja Waspada Investasi Daerah ini diharapkan dapat membantu warga memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang produk investasi dan pinjaman ilegal,” katanya.

BACA JUGA :  Langkah Mudah Dalam Mengawali Trading Saham

Dari 2019 hingga 2020, jumlah materi investasi online ilegal dan penghapusan utang turun 9%. Tongam menyebutkan, pada 2020 substansinya terbagi menjadi illegal investment, financial technology P2P lending dan gadai ilegal, dibandingkan 2.003 substansi pada 2019, ada sekitar 1.447 substansi atau menurun pada 2020.

Hal ini menunjukkan dampak OJK terhadap pemberantasan investasi gelap dan dampak pembelajaran berkelanjutan bagi warga. “Tentu ini akan terus kami tingkatkan agar investasi dan pinjaman ilegal terus berkurang,” kata Tongam.

BACA JUGA :  Jangan Sampai Jadi Korban! Kenali Ciri-Ciri Trading Forex Palsu Berikut

Di antaranya, 442 adalah investasi ilegal pada 2019, 1493 adalah teknologi keuangan P2PL ilegal, dan 68 adalah gadai ilegal. Pada tahun 2020 terdapat 347 investasi ilegal, 1.025 teknologi finansial P2PL, dan 75 gadai ilegal. Sementara itu, per 2021 hingga 2021, terdapat sekitar 79 kasus investasi ilegal, 442 kasus financial technology P2P lending atau pinjaman ilegal, dan 17 kasus gadai ilegal.

Sumber: tempo.co