Aplikasi Starlink resmi dari SpaceX sekarang tersedia di Android dan iOS

Aplikasi Starlink resmi dari SpaceX sekarang tersedia di Android dan iOS

Aplikasi Starlink resmi dari SpaceX sekarang siap melayani pengguna Android dan iOS dengan akses ke alat yang membantu mengatur koneksi internet terbaik. Aplikasi ini juga menyertakan sejumlah besar opsi pemecahan masalah dan informasi kecepatan internet, di antara fitur-fitur lainnya.

Pendiri SpaceX Elon Musk sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan telah sibuk membangun lebih dari seratus satelit Starlink setiap bulan. Proyek ini dimulai pada 2015 dan telah mengerahkan lebih dari 800 satelit sejak saat itu.

Satelit-satelit ini diluncurkan di orbit bumi yang rendah untuk menyediakan akses internet yang lebih luas ke pasar global dan diharapkan sangat berguna bagi mereka yang berada di daerah pedesaan di mana akses internet sulit di bumi. SpaceX awalnya menargetkan konsumen di Amerika Utara dengan versi beta publik yang memberi mereka rasa layanan broadband masa depan, tetapi dengan harga yang mahal.

BACA JUGA :  Kebijakan baru Chrome tidak akan hentikan iklan tertarget

Dengan peluncuran program Starlink “Better Than Nothing Beta”, SpaceX membuat aplikasi eponimnya tersedia untuk umum bagi pengguna ponsel cerdas yang menggunakan setidaknya Android 5.0 (Lollipop) atau iOS 11 pada iPhone. Daftar halaman App Store mendeskripsikannya sebagai semacam pendamping bagi pelanggan Starlink untuk membantu mereka mengatur perangkat keras yang diperlukan dan mengkonfigurasi koneksi Internet dengan benar. Tentu saja, sebagian besar fungsi aplikasi memerlukan koneksi smartphone ke stasiun yang termasuk dalam kit Starlink $ 499, jadi pengguna tidak akan dapat mengujinya sampai koneksi yang tepat telah dibuat.

BACA JUGA :  Pengemudi Ketiduran, Mobil Tesla Ini Melaju Sendiri Hingga Kecepatan 150 Km/Jam

Selain mengonfigurasi koneksi internet Starlink, aplikasi ini juga dapat membantu pelanggan mendapatkan hasil maksimal dari kecepatan unduh layanan. Fitur lainnya adalah aplikasi dapat menggunakan kamera smartphone untuk memeriksa kendala yang mungkin mengganggu layanan internetnya. Hambatan akan disorot menggunakan kompas yang ditampilkan di aplikasi.

Selain itu, ini juga akan membantu pengguna untuk memilih lokasi terbaik untuk menyiapkan Starlink Station untuk memastikan kinerja yang optimal. Setelah terhubung ke jaringan broadband Starlink, pengguna juga dapat menguji kecepatan internet di aplikasi. Demikian pula, jika koneksi internet Starlink tidak berfungsi dengan baik, aplikasi juga memberi pengguna akses ke alat pemecahan masalah, seperti kemampuan untuk memulai ulang koneksi atau menghubungi layanan pelanggan.

BACA JUGA :  Elon Musk ngeprank, Investor ini malah rugi Rp 280 M di bitcoin

Starlink mungkin hanya tersedia di Belahan Bumi Utara saat ini, tetapi Musk berencana untuk memperluas jangkauannya secara global selama dua tahun ke depan. Menarik untuk melihat apakah bentuk konektivitas yang lebih luas ini menjadi salah satu blok bangunan masa depan esports dan game online, mengingat kecepatan yang diharapkan SpaceX terlihat menjanjikan bagi para gamer.